Pemilih Pemula Diajak Tidak Golput

SALATIGA, suaramerdeka.com – Anggota KPU Salatiga, Wiwin Agus Haryanto, mengajak para pemilih pemula atau mereka yang baru kali pertama menggunakan hak pilih untuk datang ke TPS dalam Pemilu 17 April nanti atau tidak golput. Para pemilih pemula juga diharapkan menjadi pemilih yang cerdas dan mencoblos dengan benar.

“KPU gencar melakukan sosialisiasi ke berbagai galangan tentang Pemilu termasuk para pemilih pemula. Mereka harus diberi pemahaman yang benar tentang Pemilu dan jangan golput,” katanya, usai sosialisasi di Kampung Percik Salatiga, Selasa (5/3).

Dalam sosialisasi itu, diikuti kaum milenial (pemilih pemula) dengan dihadiri perwakilan SMU dan SMK se Kota Salatiga termasuk perwakilan perguruan tinggi di Salatiga. KPU juga memberi contoh cara mencoblos dan melipat surat suara yang benar.  Sedangkan pemilih cerdas yang dimaksud yaitu pemilih yang memilih calon berdasarkan visi misi bukan karena politik uang.

“Jangan sampai gara-gara  salah coblos atau salah melipat menjadikan surat suara menjadi rusak. Jadi perlu ekstra hati-hati dalam melipatnya. Jadi kami menyampaikan juga teknik pencoblosan dalam sosialisasi itu,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan bagaimana mengetahui berita hoaks atau tidak yang biasanya marak menjelang Pemilu. Sejumlah pertanyaan terlontar dari para peserta di antaranya mengapa dilakukan Pemilu serentak.

“Pemilu serentak dilakukan dalam upaya penghematan anggaran. Kalau dulu, Pemilu legislatif dan pemilihan presiden dilakukan tersendiri, saat ini digabung dan baru kali pertama di Indonesia. Dengan begitu, banyak biaya yang dihemat dari segi penyelenggaraan mau pun logistik,” kata Wiwin.

Di satu sisi, gencar melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan masyarakat. Tujuannya partisipasi pemilih bisa tinggi. Dengan partisipasi tinggi itu, pemilu akan berkualitas.

Mengenai target partisipasi pemilih, Wiwin menyebut, KPU Salatiga menargetkan partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 mencapai 82 persen. Target itu lebih tinggi dari target nasional yang ditetapkan 77,5 persen.

Pihaknya berani menargetkan 82 persen karena tradisi dari Pemilu ke Pemilu di  kota ini tergolong tinggi partisipasi pemilihnya. Paling baru yaitu pada Pilgub 2018, jumlah partisipasi pemilih 82 persen.

“Target KPU Salatiga pada Pemilu 2019 minimal sama dengan dengan Pilgub 2018, syukur bisa 90 persen,” katanya.

Berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih terus dilakukan. Hal ini supaya banyak pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Sehingga diharapkan Pemilu menjadi berkualitas. Sosialisasi menyasar berbagai kalangan sudah dan terus akan dilakukan menjelang pemilihan nanti. Di antaranya melalui Relawan Demokrasi yang saat ini sudah bekerja.

Sumber: https://www.suaramerdeka.com/news/baca/172577/pemilih-pemula-diajak-tidak-golput