|
Ditulis Oleh Rm Wartaya
|
|
Wednesday, 17 February 2010 |
KENAL DAN CINTA ALAM FORUM KITA BEDA KITA SAMA (KBKS) |
| Sekitar 60 anak usia sekolah SD dengan latar belakang berbeda: anak-anak sekolah Minggu GKJ, Sekolah Minggu Gereja Katolik dan anak-anak Pesantren Edimancoro serta anak-anak TPQ Roudlotul Quran, Klaseman mengadakan pelatihan anak-anak untuk mengenal dan mencintai pertanian dan alam di KPTT pada hari Minggu, 14 Februari 2010 pukul 08.00-12.30. Mereka berasal dari komunitas KBKS (Kita Beda Kita Sama) adalah satu forum lintas SARA dengan visi menabur benih kesadaran dan penerimaan terhadap perbedaan untuk mencapai harmoni sejak usia dini. Berbagai kegiatan yang selama ini dilakukan bertujuan untuk memberi pengalaman kepada anak untuk belajar bersama dalam kemajemukan. | |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 17 February 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
KABAR KBKS (Kita Beda Kita Sama) |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Tim KBKS
|
|
Thursday, 28 January 2010 |
|
KABAR KBKS No. 1 – Tahun 1 – 15 Januari 2010 Salam Redaksi Selamat Tahun Baru 2010 kepada seluruh pembaca Kabar KBKS yang budiman. Syukur kepada Yang Empunya Kuasa, Kabar KBKS dapat menyapa para pembaca melalui kertas kabar kecil ini. Kabar KBKS terbit karena kerinduan tim KBKS untuk senantiasa berkomunikasi dan membina tali silaturahmi dengan pembaca budiman. Harapan kami, media sederhana ini membantu mempererat persahabatan antar sesama pendidik dan siapa saja yang memiliki mimpi untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis dalam kehidupan yang majemuk ini. Media ini terbuka untuk siapa saja. Redaksi menunggu partisipasi aktif pembaca budiman dalam bentuk tulisan apa saja, yang relevan. Semoga edisi pertama ini menjadi awal persahabatan yang lebih indah dalam pengertian dan penerimaan akan perbedaan. Salam harmonia. (Redaksi) Kabar KBKS No. 1 - Tahun 1 - 15 Januari 2010 |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 28 January 2010 )
|
|
|
Ditulis Oleh Antony Lee
|
|
Saturday, 31 October 2009 |
|
Dorong Pendidikan Multikultural Sejak Dini SALATIGA, KOMPAS.com — Pendidikan multikultural bagi anak-anak usia dini sangat penting untuk didorong sebagai fondasi bagi pengembangan masyarakat Indonesia yang lebih terbuka, toleran, dan demokratis. Namun, hendaknya pendidikan ini tak sekadar terpaku pada dimensi kognitif atau pengetahuan, tetapi juga afektif dan psikomotorik. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 02 November 2009 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Diskusi Wacana Lintas Iman |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Ambar Istiyani
|
|
Tuesday, 08 September 2009 |
|
Membangun Toleransi di Tengah Kemajemukan Budayadan Agama, serta Masyarakat yang Demokratis Tema tersebut merupakan tema diskusi Forum Wacana Lintas Iman (WLI) pada tanggal 12 Agustus 2009 yang lalu bertempat di Kampoeng Percik Salatiga. Forum Wacana Lintas Iman adalah forum dialog reguler yang dipelopori oleh Lembaga PERCIK Salatiga, STAIN Salatiga, Sinode Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJ TU), Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Salatiga, PD Aisiyah Muhammadiyah Salatiga, Sekolah Tinggi Agama Budha (STAB) Syailendra, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Salatiga |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 19 September 2009 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Panitia SI Ke-10
|
|
Tuesday, 25 August 2009 |
|
KESIMPULAN SEMINAR INTERNASIONAL KE-10 DINAMIKA POLITIK LOKAL “Representasi Kepentingan Rakyat Pada Pemilu 2009” Kampoeng Percik, 28 – 31 Juli 2009 Pemilu Legislatif yang diselenggarakan pada tanggal 9 April 2009 adalah pemilu yang kesepuluh. Ada sejumlah regulasi yang diciptakan dengan harapan dapat digunakan sebagai instrumen untuk mendorong penyelanggaraan pemilu (demokrasi prosedural) agar lebih menguatkan demokrasi substansial di Indonesia. Meski demikian pada pemilu kali ini ditandai dengan berbagai persoalan, antara lain mengenai DPT, sistem pemilu yang mencampurkan dua filosofi mengenai sistem pemilihan, legitimasi partai politik, dan sebagainya. Terlepas dari persoalan yang mengiringi penyelenggaraan pemilu jumlah kontestan yang ikut berlaga dalam pemilu kali ini cukup menakjubkan . Untuk mendapat gambaran dalam angka pemilu 2009 diikuti 44 parpol, termasuk enam parpol lokal di Nangro Aceh Darusalam. Sementara itu 560 kursi yang ada di DPR RI diperebutkan oleh 11.225 kontestan. Selanjutnya, 11.998 kursi yang merupakan jumlah total kursi di semua provinsi diperebutkan tidak kurang dari 112.000 kontestan.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 25 August 2009 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 16 |